Selasa, 04 Desember 2012

Warga Tawuran

Fortuner SUV Terbaik. Dua kelompok pemuda di kawasan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Selasa (4/12/2012) sekitar pukul 17.30 WIT, terlibat saling lempar dengan menggunakan batu. Aksi saling serang dengan batu ini kemudian berlanjut dengan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial S (60) oleh kelompok pemuda lainnya.

S saat itu ditahan dan dianiaya dengan menggunakan kayu hingga mengakibatkan luka memar di bagian punggung belakang. Tidak hanya itu, sepeda motor yang dikendarainya juga dirusak sekelompok pemuda ini dengan cara dilemparai dan dipukul dengan kayu. Akibat insiden tersebut sempat terjadi ketegangan antara kedua kelompok pemuda di kawasan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ajun Komisaris Polisi Agung Tribawanto kepada wartawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kejadian tersebut bermula saat sejumlah pemuda di kawasan Pohon Mangga sedang bermain bola dan tiba-tiba dilempari sejumlah pemuda lainnya.

"Ada dua kelompok pemuda yang terlibat saling lempar di kawasan Air Salobar. Seorang warga juga dianiaya dan dirusak sepeda motornya. Kejadian ini bermula dari aksi pelemparan yang dilakukan sekelompok pemuda terhadap sejumlah pemuda Pohon Mangga yang saat itu sedang asyik bermain bola," ungkapnya.

Ia mengatakan, meski sempat menimbulkan ketegangan antara kedua kelompok pemuda, secara umum kondisi keamanan di kawasan tersebut sudah berangsur normal kembali. "Kondisinya sudah kondusif lagi, dan saat ini sudah tidak ada aksi pelemparan lagi," katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya tawuran susulan antar-kedua kelompok pemuda tersebut, sejumlah anggota polisi langsung diterjunkan di lokasi kejadian. Hingga malam ini, puluhan anggota polisi masih bersiaga-jaga di kawasan tersebut.

Agung mengimbau warga di kawasan tersebut agar tidak terpancing dan terpengaruh oleh sejumlah isu miring karena saat ini kondisi keamanan di kawasan itu sudah kondusif lagi. "Saya minta warga, khususnya pemuda, agar jangan terpancing lagi untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bersama," katanya.