Senin, 23 Juli 2012

M Rahmat Tetap Bersama Juku Eja

M Rahmat menjadi salah satu pemain bidikan sejumlah klub Tanah Air untuk musim mendatang. Namun, bintang muda PSM Makassar ini menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Juku Eja. Setelah Ilija Spasojevic santer terdengar diincar klub lain,kini giliran striker PSM Makassar M Rahmat yang giliran didekati oleh beberapa klub di Indonesia.Lewat manajemen Juku Eja,sejumlah klub komtestan Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) mulai mengetuk pintu negosiasi merekrut M Rahmat. Namun jawaban tegas langsung dilontarkan oleh si pemain yang bersangkutan.

M Rahmat,memilih tidak ingin berganti kostum klub manapun dan menyatakan loyalitasnya terhadap Juku Eja. “Saya tidak ingin kemana-mana.PSM adalah klub kecintaan saya,”tandas Rahmat kepada HATTRICK menanggapi soal kemungkinan kepindahan dirinya ke klub lain di musim depan. Ditegaskan Rahmat,sebelum memberi gelar kepada PSM,dia tidak berpikir untuk mencoba berganti klub manapun.Rahmat bahkan bertekad untuk mempersembahkan gelar bagi PSM di musim mendatang.

Apalagi sejak berbaju merah-merah PSM Makassar di tahun 2007 silam,belum sekalipun dia memberi gelar bagi klub kebanggaan Sulsel ini. “Kalau sudah bisa membawa PSM juara, baru saya bisa berpikir untuk coba klub lain. Tapi cita-cita saya adalah menutup karir di klub ini,”tutur pengoleksi 11 gol bagi PSM di musim ini. Performa apik Rahmat di musim ini, memang menarik perhatian banyak klub Indonesia.

Sebagai striker lokal,namanya mencuat di tengah dominasi striker asing di klub sepakbola Indonesia.Torehan 11 gol di IPL dan Piala Indonesia terbilang lumayan untuk pemain berusia 24 tahun ini. Di laga perdana PSM putaran kedua IPL, namanya melambung lewat 3 golnya saat membungkam tuan rumah Persijap Jepara. Imbasnya,dia dipanggil tim nasional (timnas) senior untuk berlaga di Turnamen Al Nakbah Palestina.

Di pertengahan musim lalu,dua klub asal kota Malang yakni Arema dan Persema sempat menawari manajemen PSM untuk menggaet Rahmat dengan opsi pertukaran pemain.Persema mengajukan paket Irfan Bachdim-Emile Bertrand Mbamba ditukar dengan Rahmat-Rasyid Bakrie. Hal serupa juga ditawarkan oleh manajemen Singo Edanyang ingin menggunakan jasa Rahmat.Namun tawaran tersebut langsung ditampik mentah-mentah oleh manajemen dan pelatih PSM. “Menjelang kompetisi musim depan sudah ada klub lagi yang menawar Rahmat.

Tapi itu sulit,karena Rahmat tampaknya akan dipertahankan oleh manajemen,”ujar Media Officer (MO) PSM,Andi Widya Swadzwina,kemarin. Diakui Wina,panggilan akrab MO PSM ini,tak hanya Rahmat saja yang diincar oleh klub lain. Beberapa pemain muda Pasukan Ramang lainya juga menjadi bidikan klub di lar PSM.Diantaranya adalah Rasyid Bakrie, Satrio Syam dan Kurniawan Karman. “Tapi tentu saja semuanya ada di tangan manajemen.Pemain muda PSM memang terlihat menonjol di musim ini,”tandas Wina.

Sementara itu tanggapan seirama juga dilontarkan oleh Pelatih Kepala PSM Petar Segrt.Petar mengakui minat sejumlah klub untuk merekrut Rahmat. Namun pelatih 46 tahun ini buru-buru menegaskan agar manajemen tidak melepas striker andalannya tersebut ke klub manapun. “Rahmat masuk dalam rencana besar saya di musim depan. Kerangka tim sudah ada dan dia (Rahmat) ada di dalamnya,” tegas Petar lewat e-mailnya kemarin.


Selasa, 10 Juli 2012

Faisal Basri Menargetkan Lolos ke Putaran kedua

Calon gubernur dari jalur independen Faisal Basri menargetkan lolos ke putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta.

"Insya Allah kita lolos ke putaran kedua dulu, baru bicara target yang lain," kata Faisal usai menunaikan hak pilihnya di di TPS 007 Jl. Ciasem II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.

Faisal yang datang ke TPS bersama istrinya, berjalan kaki dari rumah yang terletak kurang lebih 200 meter dari TPS.

"Mudah-mudahan perjuangan kita selama setahun ini lewat kampanye hati ke hati menuai hasil yang maksimal," kata cagub bernomor urut lima itu.

Usai memberikan hak pilihnya, Faisal kembali ke rumah. Faisal akan berkeliling ke sejumlah TPS yang berlokasi di Pasar Blok A, Cipete Utara, Gandaria Tengah, dan Kelurahan Rawabunga di Jakarta Timur.

Faisal juga dijadwalkan mengikuti proses hitung cepat (quick count) melalui siaran televisi di Rumah Independen Tebet.


Kamis, 05 Juli 2012

Menyoroti Tingkat Kedisiplinan Anggota Dewan

Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menyoroti tingkat kedisiplinan anggota Dewan yang dinilai rendah. Pasalnya, banyak legislator yang kerap mangkir dari rapat komisi maupun rapat paripurna. Ketua BK-DPRD Makassar Bakhrif Arifuddin mengatakan, dari pantauannya, tingkat kehadiran anggota Dewan sangat rendah. Setiap hari, Kantor DPRD Makassar nyaris lengang dan tidak terlihat legislator berkantor.

Dari 50 anggota DPRD, hanya sebagian yang hadir. “Tingkat kedisiplinan legislator sangat rendah.Mereka malas sekali berkantor. Termasuk kalau ada rapat,dipastikan beberapa orang tidak hadir dan menjalankan kewajibannya,” katanya kepada media, kemarin. Politikus Partai Demokrat ini mengaku sering mengecek absensi anggota Dewan di bagian persidangan.

Hasilnya, banyak legislator yang tidak hadir tanpa alasan, termasuk datang terlambat.Bakhrif juga menyoroti 27 anggota Dewan yang masa kunjungan kerjanya telah habis. Kata dia, jika legislator bertanggung jawab atas tugasnya, otomatis harus hadir di Gedung DPRD. ”Kemana semua ini, anggota Dewan.

Setiap hari kantor semakin sepi saja,” jelasnya saat memantau ruang Komisi D dan Komisi C DPRD Makassar, kemarin. Karena itu, Bakhrif mengaku BK akan memperketat pengawasan dan akan menggelar rapat evaluasi membahas disiplin anggota Dewan.Menurutnya, evaluasi yang dilakukan menyangkut kehadiran di DPRD, hadir rapat paripurna, dan juga rapat kerja lainnya.

”Anggota BK akan rapat dan memutuskan langkah yang akan diambil bagi anggota Dewan yang tidak disiplin,” tandasnya. Sementara itu,Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta yang dikonfirmasi menegaskan, anggota Dewan secara moral harus mengetahui fungsinya sebagai legislator yakni sebagai penyambung lidah dan menampung aspirasi.

Jika nilai itu bisa diketahui dan dipahami legislator, tidak usah saling mengingatkan semua akan berjalan dengan baik. Karena menjadi wakil rakyat sudah jelas tugas dan fungsinya,”katanya. Kendati demikian, politikus Partai Golkar ini mengingatkan jika tugas anggota Dewan tidak hanya berada di luar ruangan namun harus turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat.