Jumat, 29 Juni 2012

Timnas Indonesia U-22

Timnas Indonesia U-22 yang akan berlaga pada babak kualifikasi Piala Asia direncanakan melakukan uji tanding melawan tim sepak bola PON Riau di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, pada Sabtu.

"Rencananya Tim PON Riau akan bertanding dengan Timnas sebelum Piala Asia. Sejauh ini belum ada perubahan," kata Ketua Harian KONI Riau Yuherman Yusuf di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, uji tanding tersebut diharapkan membawa manfaat bagi persiapan kedua tim. Selain itu, uji tanding itu diharapkan bisa membantu promosi perhelatan Piala Asia di Pekanbaru yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-15 Juli mendatang.

Khusus untuk tim sepakbola PON, uji tanding tersebut diharapkan mampu menambah pengalaman pemain dan melatih mental serta kekompakan sebagai sebuah tim. Sejak terjadi dualisme kepengurusan PSSI, KONI Riau mengambilalih persiapan tim sepakbola PON Riau.

Namun, sebagai tuan rumah, tim sepakbola PON Riau dinilai sejumlah pihak kurang melakukan pertandingan uji coba. Padahal, lawan-lawan dalam fase grup PON XVIII tidak bisa dipandang remeh. Tim Riau berada pada Grup C bersama Jawa Tengah, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.

"Uji tanding melawan Timnas sangat penting untuk persiapan tim PON Riau," katanya.

Timnas Mulai Berlatih

Ia menambahkan, 22 pemain Timnas U-22 sudah tiba di Pekanbaru sejak Rabu (27/6). Sehari setelahnya, mereka mulai berlatih di Stadion Utama Riau.

Pelatih Kepala Timnas Aji Santoso membawa serta tiga asisten pelatih diantaranya Widodo C Putro, Listiadi dan pelatih kiper.

Aji mengatakan pemain andalan Timnas Andik Virmansyah, belum bergabung dengan tim karena masih dalam menjalani proses penyembuhan cedera. Andik diharapkan dapat menyusul ke Pekanbaru sebelum laga perdana Piala Asia dimulai pada tanggal 5 Juli saat Timnas Indonesia ditantang tim kuat Australia.

"Andik masih cedera dan masih butuh penyembuhan, setelah sembuh, barulah dia datang ke Riau," kata Aji Santoso kepada wartawan.


Senin, 11 Juni 2012

Bantuan Kementerian Perumahan Rakyat

Sebanyak 500 rumah tak layak huni di Ka-bupaten Mamuju mendapat bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk dibangun melalui program bedah rumah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mamuju Junda Maulana mengatakan, 500 rumah tak layak huni itu diberi bantuan oleh Kemenpera untuk diperbaiki pada tahun ini.

Menurut dia, rumah yang mendapatkan bantuan telah diverifikasi dan didata seakurat mungkin. Sehingga yang mendapatkan bantuan itu benar-benar yang membutuhkan sesuai aturan yang berlaku.


Rabu, 06 Juni 2012

Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah

Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bulukumba berencana mengusulkan kembali 12 honorer kategori satu (K-1) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengusulan tersebut dilakukan untuk memenuhi kekurangan kuota 70 orang. Kepala BKDD Bulukumba Andi Syafrul Patunru mengungkapkan, pada verifikasi honorer K-1, pihaknya mengusulkan 70 orang.

Namun setelah diverifikasi ulang oleh BKN, gugur 13 orang. Pasalnya. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Surat Perintah Membayar (SPM) tidak sinkron. “Kuota yang disiapkan BKN khusus Bulukumba harus dipenuhi. Sebab, pemkab rugi jika dibiarkan kosong,” kata Syafrul kemarin.

Mantan Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba ini mengungkapkan, untuk menutupi kekurangan itu, pihaknya mengusulkan 13 honorer K-1 ke BKN. Namun,yang memasukkan berkas hanya 12 orang. Sehingga, satu honorer K-1 dipastikan gugur karena batas waktu pemasukan berkas telah berakhir. Dia mengemukakan, yang berhak meloloskan adalah BKN sebagai penentu kebijakan.

Daerah (BKDD), tidak punya wewenang menentukan lolos tidaknya honorer dalam verifikasi. “Saya berharap honorer sabar menunggu hasilnya,” ujar dia. Syafrul mengatakan, honorer KI yang telah dipastikan lolos berkas dipastikan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kepastian itu merujuk kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56/2012 tentang perubahan PP Nomor 48/2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS. Mudah- mudahan tidak ada lagi perubahan selanjutnya,” ungkap Syafrul. Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bulukumba Fahidin HDK berharap BKDD benar-benar mengusulkan honorer yang memenuhi syarat. “Yang diusulkan harus memiliki masa pengabdian lebih lama. Jangan lagi ada honorer siluman,”kata Fahidin.