Senin, 23 April 2012

CORPORATE Social Responsibility

CORPORATE Social Responsibility yang dimiliki Telkomsel terus dibuktikannya untuk berbagi kepada sesama, salah satunya dengan pemberian bantuan kepada warga yang tertimpa bencana kebakaran di Makassar, pekan lalu. Bantua yang disalurkan Telkomsel berupa, perlengkapan dapur dan pakaian bagi 78 rumah yang tertimpa musibah. Selain itu, Telkomsel dan Rumah Zakat juga memberikan bantuan 250 kaleng daging kornet hasil olahan rumah zakat. “Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap ratusan warga yang terkena musibah, semoga apa yang kami berikan bisa membantu meringankan beban mereka,”ujar Head of Sales and Outlet Operation Makassar Section Dian Priliswaty.

Bantuan berupa alat dapur dan pakaian adalah inisiatif kami agar warga lebih mudah menyiapkan makanan yang harus disajikan tiap hari. Bantuan dari Telkomsel diterima langsung di lokasi bencana oleh Koordinator Posko Bantuan Kebakaran Azis Priatna. ”Kami sangat berterima kasih kepadaTelkomsel, karena peralatan ini sangat kami butuhkan untuk membantu menyiapkan makanan bagi 119 kepala keluarga yang tertimpa musibah.” ujar Azis warga Tamarunang. Di lokasi kebakaran,Telkomsel juga membangun dua posko (tenda) untuk menampung bantuan makanan dari beberapa masyarakat dan lembagalembaga lain di Makassar.


Selasa, 17 April 2012

Antisipasi Kecurangan Pemilihan Gubernur

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya kecurangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, 22 Januari 2013. Salah satunya dengan memperketat semua lokasi tempat logistik pilgub di setiap KPU kabupaten/kota selama satu bulan terakhir.

Hal itu dilakukan untuk menghindari upaya oknum tertentu yang ingin memanfaatkan kotak pemilihan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas menyatakan,semua ketua KPU di kabupaten/kota sudah diintruksikan untuk melaporkan jumlah logistik yang masih tersimpan di gudang, baik kotak TPS maupun perangkat lainnya yang masih bisa digunakan. “Harus masuk semua laporannya.

Jangan sampai nanti ada yang hilang menjelang pemilihan. Kami juga tidak mau ada sabotase. Makanya, kami sudah minta staf di KPU masing- masing daerah untuk memperketat penjagaan,” ungkapnya, kemarin. Dosen FISIP Unhas ini menambahkan, lima anggota KPU Sulsel dan staf sekretariat sudah berbagi tugas melakukan monitoring di semua daerah, termasuk melakukan inspeksi langsung ke daerah untuk mengecek kesiapan jajaran penyelenggara.

Menurut dia, laporan logistik yang diterima harus sesuai dengan kenyataan di gudanggudang KPU. Sebab, jangan sampai jumlah yang tertulis berbeda dengan kondisi di setiap tempat penyimpanan. KPU Sulsel juga akan mendesak Pemprov Sulsel untuk segera menyampaikan jumlah penduduk mulai kabupaten/- kota, kecamatan, hingga keluarhana/desa.


Minggu, 08 April 2012

Jarir Ditangkap Karena Uang Palsu

Seorang petugas PT Angkasa Pura I Makassar, Jarir,34,ditangkap polisi karena memiliki uang palsu, kemarin. Tersangka yang bekerja sebagai pengatur lalu lintas udara di bandara ini ditangkap di kediamannya di ruko Jamrud, JalanAdhyaksa Baru,Makassar. Dari tangan tersangka,polisi menemukan barang bukti uang kertas pecahan Rp50.000. Kapolsek Panakkukang Kompol Agung Setyo Wahyudi membenarkan tersangka bekerja di PT Angkasa Pura.

Menurut dia, penangkapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari dua tersangka pemilik uang palsu yang ditangkap sebelumnya. “Uang palsu itu sangat mirip dengan uang asli.Letak dan nomor serinya juga seperti uang asli. Hanya yang membedakan, cetakannya lebih kasar,” ungkap dia, kemarin. Pada Jumat (6/4) malam, polisi lebih dulu menangkap dua pelaku lain, yakni Andika, 27, dan Kiki Reski, 29.

Dia ditangkap saat akan membayar di salah satu rumah bernyanyi keluarga di Jalan Pengayoman Makassar. Manajemen rumah bernyanyi itu langsung melaporkan warga Toddopuli tersebut kepada polisi. Dari tangan kedua tersangka, diamankan 16 lembar uang kertas pecahan Rp50.000 atau Rp800.000. Dari keterangan kedua pelaku ini, diketahui uang palsu diperoleh dari Jarir. Informasi yang dihimpun, Jarir selaku pemilik uang palsu, meminjamkan Rp2.950.000 kepada pasangan suami istri tersebut karena keperluantertentu. Andika mengenal Jarir karena dia menyewakan rukonya di Jalan Adhyaksa.

Sementara itu, di depan penyidik, Jarir mengakui uang tersebut diperoleh dari seorang perempuan asal Kendari, Sulawesi Tenggara, berinisial WO. Dia memperoleh uang tersebut dengan menyerahkan uang asli Rp50 juta dan memperoleh uang palsu Rp75 juta. Ketiga tersangka yang ditahan dijerat Pasal 245 KUHP, yakni menyimpan dan mengedarkan uang palsu dengan ancaman 15 tahun penjara.