Jumat, 07 Oktober 2011

Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan (Disdik) Muaraenim membatalkan rencana untuk merehabilitasi SDNegeri 17 dan SD Negeri 19 di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul. Padahal, dana untuk rehabilitasi tersebut sudah dianggarkan dalam APBD 2011 masingmasing sebesar Rp198 juta. Kepala Disdik Kabupaten Muaraenim Hamirul Han mengatakan, pembatalan ini dilakukan agar proyek rehabilitasi bagi kedua SD tersebut tidak tumpang tindih. Pasalnya, pihak PTBA telah terlebih dahulu memperbaiki kedua sekolah tersebut dengan dana corporate social responsibility (CSR)-nya. Saat ini perbaikan kedua SD tersebut sudah selesai 50%.

Proses rehabilitasi bagi kedua SD tersebut memang hampir terjadi tumpang tindih. Namun, setelah ada laporan dari UPTD Disdik Lawang Kidul, akhirnya rehabilitasi dari APBD 2011 bagi kedua SD tersebut kita batalkan, ujar Hamirul di ruang kerjanya kemarin. Pihaknya menyambut baik bantuan PTBA. Namun, ke depan dia berharap koordinasi antarpihak terkait perlu ditingkatkan.

Dengan begitu, kasus serupa tidak terulang kembali. Pengumuman lelang sudah kita batalkan dan beruntung belum ada pendaftarnya. Saat ini anggaran kita masukan dalam Silpa Pemkab untuk dianggarkan kembali tahun depan, ujar Hamirul Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Disdik Muaraenim Lukman Prabujaya menambahkan, masalah ini terjadi karena kurangnya koordinasi.

Sebenarnya anggaran rehab berat/- sedang kedua SD Tegal Rejo tersebut sudah mulai dianggarkan pada Desember 2010. Masing-masing SD tersebut dianggarkan Rp198 juta melalui dana alokasi khusus (DAK) yang sudah dimasukkan dalam APBD 2011. Terkait hal ini, pihaknya telah memberikan arahan kepada para UPTD agar setiap bantuan pihak ketiga dikoordinasikan dalam pembangunannya. Secara resmi, akan mengeluarkan surat edaran kepada UPTD dan kepala sekolah. Jika mendapatkan bantuan pihak ketiga, sebaiknya berkoordinasi dengan Disdik agar masalah yang serupa tidak terulang lagi,”katanya.