Rabu, 28 September 2011

Program sister city

Ping dari FAJAR.A untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah dalam topik Program sister city. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Kerajaan Denmark menjajaki program sister city (kota kembar). Penjajakan ini dilakukan pada kunjungan kerja Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Borge Peteron, ke Makassar, kemarin.

Borge didampingi Koordinator Transparency International Indonesia untuk wilayah Sulawesi Haekal Muhammad, diterima Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di ruang kerja, kemarin. Dalam pertemuan itu, dia berharap kerja sama Denmark- Makassar bukan saja program transparancy public, tapi ada juga kerja sama program lain, seperti efisiensi energi. Pertemuan ini membicarakan perkembangan hubungan program yang didukung Pemerintah Kerajaan Denmark melalui transparansi pengadaan publik.

“Makassar dipandang cukup berkembang dalam menjalankan program tersebut karena dukungan Pemkot Makassar,” katanya. Di tempat yang sama, Dubes Borge Peteron mengungkapkan rasa senang dengan dukungan Pemkot terhadap program transparansi pengadaan publik. Dia juga berharap dukungan ke depan tetap dijaga. Kerja sama ini sudah berjalan sejak 2007. Sementara itu, di Hotel Singgasana, Borge Peterson menjadi pembicara dalam seminar efisiensi dan konservasi energi. Dan terakhir Ping untuk Blogger Indonesia.


Performa PSM Makassar

Performa PSM Makassar jelang kompetisi mendatang masih jeblok. Terbukti, dalam dua laga uji coba melawan dua klub amatir Makassar, Andi Oddang dkk hanya mampu bermain imbang. Komposisi pemain pun masih butuh pembenahan. Selasa (20/9), tim kebanggaan masyarakat Makassar yang didominasi pemain muda putra daerah ini ditahan imbang 1-1 oleh PS Bank Sulsel. Pada laga uji coba kedua dijajal oleh klub amatir Barukang Camabayya (Barca) 27 FC, Selasa (27/9), kembali berakhir dengan skor imbang 2-2.

Permainan yang diperlihatkan punggawa Juku Eja memang belum menjanjikan. Selama 90 menit di dalam lapangan,tim Barca 27 FC yang didominasi pemain ISL yang juga mantan pemain PSM mampu menguasai pertandingan dan lebih banyak melakukan serangan. Para pemain Barca 27 FC tersebut sepertiYus Arfandi, Faturrahman, Handi Hamzah, Jufri Samad, Tamsil Sijaya, Reza, dan Marwansyah Agung.

Mereka adalah mantan pemain PSM yang kini membela klub lain. Barca 27 FC bahkan mampu unggul lebih awal melalui gol yang dicetak strikernya, Marwansyah Agung, hasil kerja sama dengan Tamsil dan Reza. Bola yang dilesakkan tak mampu dihalau AM Guntur yang dipercaya sebagai kiper utama lantaran Denny Marcel absen.

Gol tersebut seharusnya tidak terjadi andai saja perangkap offside yang coba diperagakan Kwon Jun (stoper/Korsel) dan barisan pertahanan berhasil. Namun, wasit yang memimpin pertandingan menganggap tidak offside. PSM baru bisa menyamakan kedudukan lewat sundulan Andi Oddang yang memanfaatkan umpan M Rahmat.

Tak lama, Barca 27 FC kembali unggul lewat tendangan penalti Handi Hamzah akibat pelanggaran yang dilakukan stoper PSM Hendra Wijaya terhadapYus Arfandy. Nyaris kalah 1-2, striker debutan PSM Kifli Tamara menyelamatkan nama besar PSM dari klub yang merajai Turnamen Antarkampung (Tarkam) di Makassar dan Sulsel itu.

Kifli Tamara membobol gawang lawan lewat sundulannya jelang akhir pertandingan. Asisten Pelatih PSM Fabio de Oliviera mengaku tidak masalah dengan hasil seri dari dua laga uji coba anak asuhnya. Menurut dia, hasil tersebut memang sudah realistis. Alasannya, sebagi besar pemain saat ini merupakan anak-anak muda putra daerah yang masih minim pengalaman dan mental yang bisa labil.

“Ada beberapa hal positif dan negatif dari hasil laga uji coba ini. Tapi, yang menjadi catatan kami tim pelatih, pemain memang masih minim pengalaman. Secara mental juga pemain-pemain rekrutan baru belum kuat,”ungkapnya. “Tak hanya itu, kekompakan tim juga masih minim karena selama ini memang tidak pernah ada latihan pola dan kerja sama. Kami hanya memberi program latihan seperlunya karena program latihan utama adalah hak dari pelatih kepala.

Sementara sampai saat ini PSM tidak punya pelatih kepala,”tandasnya. Fabio juga menyarankan kepada manajemen dan panitia pelaksana (panpel) uji coba dari Jurnalis Gorup Olahraga (JaGO) mengubah jadwalnya dari Selasa menjadi Jumat atau akhir pekan. “Sebaiknya akhir pekan jadwal laga uji cobanya agar program latihan selama sepekan bisa diserap dan diterapkan dengan baik,”ucapnya.

Sementara itu, Manajer Barca 27 FC Nurdin Taqwa alias Bos Udin mengatakan, hasil imbang tersebut menandakan PSM masih memerlukan dua pemain asing berkualitas plus pemain senior yang lebih bagus.“Kami tidak bangga dengan menahan seri tim besar seperti PSM. Tapi, ini menjadi catatan bersama bahwa PSM harus berbenah lagi sebelum berlaga di ISL,”paparnya.


Kamis, 22 September 2011

Cabang karate yang menjadi andalan

Setelah berhasil menyumbang tiga emas pada pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XII, Rabu (21/9), cabang karate yang menjadi andalan Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menyumbang 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, kemarin.

Empat emas yang didulang kemarin dari kelas kata beregu putra, kumite -61 kg putri, kumite +68 kg putri, dan kumite -84 kg putra. Medali perak disumbangkan dari kelas kumite -67 kg putra dan kelas kumite -84 putra, sedangkan perungu disumbangkan dari kelas kumite -60 kg putra. Di kelas kata beregu putra, Sulsel menurunkan atletnya Septian Prima,Aspar, dan Rama Putra.

Peraih medali perak di kelas ini,yakni dari DKI Jakarta serta perunggu diraih oleh Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Pelatih Karate Sulsel Nukman Lahamang mengatakan, nomor kata beregu putra sebelumnya memang sudah diprediksi menyumbangkan emas karena atlet yang diturunkan merupakan andalan kedua nasional dari andalan pertama yang juga dipegang oleh atlet Sulsel lain.

“Memang di nomor kata beregu putra atlet kami yang memegang unggulan pertama dan unggulan kedua nasional. Di unggulan pertama yakni Faizal Zainuddin, Aswar, Fidelys Lolobua yang juga menyumbang medali saat Asian games lalu. Sementara unggulan kedua, yakni Rama Putra, Aspar, dan Septian Prima yang diturunkan di Pomnas ini,”ujarnya.

Sementara itu,atlet Sulsel lainnya,Teguh Ganeswara,berhasil mendulang emas di kelas kumite -84 kg putra setelah mengalahkan atlet dari DKI Jakarta. Sherlita juga mampu tampil maksimal dengan menyabet emas di kelas kumite -61 kg putri setelah menekuk karateka asal Lampung pada babak final,kemarin.

Emas keempat yang diperoleh Sulsel dari karateka Wiwi Pratiwi yang mendulang emas dari kelas kumite +68 kg putri dengan mengalahkan karateka asal Jawa Tengah (Jateng). Dua perak yang diraih kemarin datang masing-masing dari Arief di kelas kumite -67 kg putra dan Ishak di kelas kumite -84 kg putra.

Sementara Syahrul harus puas dengan medali perunggu di kelasnya,kumite -60 kg putra. Nukman mengatakan, cukup puas dengan perolehan medali para atletnya kemarin.“Kami senang dengan hasil ini. Kami juga telah mampu melampaui perolehan medali karate pada Pomnas lalu, yang hanya empat medali karena tak mengikutkan beberapa nomor,”ujarnya.

Sekretaris Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sulsel Abdul Rasyid mengatakan, saat ini karate menjadi cabor penyumbang emas terbanyak untuk Sulsel. Sampai kemarin karate total telah menyumbangkan 7 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Demikian catatan online FAJAR.A yang berjudul Cabang karate yang menjadi andalan.


Minggu, 11 September 2011

Meminta Polri segera mengamankan Ambon

Ping dari FAJAR.A untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Meminta Polri segera mengamankan Ambon. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meminta Polri segera mengamankan Ambon. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar yang dihubungi, Minggu (11/9/2011), mengatakan, kepolisian harus segera mengambil tanggung jawab pengamanan secara profesional.

"Kita patut kecewa ketika polisi tidak berada di lokasi bentrok antarwarga di Ambon. Terlebih ketika polisi tidak memberikan informasi yg terang dan jelas perihal kematian seorang tukang ojek (sebagai pangkal masalah)," kata Haris.

Kontras, ujar Haris, mendapatkan informasi dari lapangan bahwa tersebar banyak informasi yang menggambarkan seolah-olah bentrokan terjadi di mana-mana. Padahal, dan semoga, tidak demikian.

Kontras berharap semua pihak bisa berkontribusi untuk menciptakan kondisi yang tidak membakar emosi warga dan segera meminta pihak terkait, seperti polisi dan aparat pemerintah setempat, untuk melakukan kerja secara baik, profesional, komunikatif, dan transparan agar hak korban terpenuhi dan keamanan warga terjamin tanpa melihat latar belakangnya.

"Kami menekankan agar penanganan polisi harus baik dan profesional. Kedamaian di Ambon adalah harga yang mahal untuk dirusak," kata Haris. Demikian catatan online FAJAR.A yang berjudul Meminta Polri segera mengamankan Ambon.