Minggu, 12 Juni 2011

Universitas Muhammadiyah Palembang

Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) sangat dikenal di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kemampuan perguruan tinggi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 13, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, ini sudah teruji dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Keberhasilan UMP tidak terlepas dari kiprah kepemimpinan sang rektor,HM Idris.Di bawah kendalinya, muncul sejumlah kebijakan untuk mencetak sistem pendidikan yang baik.Dari 7 fakultas dan 38 program studi yang ada, UMP telah meluluskan 29.000 sarjana.

Lantas, apa yang diharapkan UMP memasuki milad ke-32 tahun,khususnya dalam mengembangkan dunia pendidikan? Bagaimana pula tips dan trik sang rektor dalam membina dan mengembangkan UMP ke depan? Lalu apa pula arti tema besar “Kiprah Tiga Dekade” pada milad kali ini? Berikut petikan wawancara reporter SINDO Andhiko Tungga Alam bersama Rektor UMP HM Idris belum lama ini.

Sebelumnya, saya ucapkan selamat atas milad ke-32 UMP.Semoga makin berkiprah di bidang pendidikan dan terus mendapatkan kepercayaan di hati masyarakat. Terima kasih. Kehadiran kami tentunya hanya ingin memberi yang terbaik bagi masyarakat Palembang dan Sumsel. Selama 32 tahun terakhir, apa saja kiprah UMP dalam bidang pendidikan di Sumsel?

Banyak sekali perkembangan yang sudah kami lakukan. Setidaknya penambahan beberapa program studi dan fakultas. Salah satunya penambahan Fakultas Kedokteran. Ini merupakan sebuah prestasi yang tidak sembarangan. Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penambahan program ini.

Sebenarnya,dalam milad kali ini (2011), kami tidak mengusung sebuah tema tertentu. Hanya, komitmen kita untuk meningkatkan pendidikan berkualitas, tetap memelihara jalinan silaturahmi.

Bisa dijelaskan lebih rinci?

Dalam milad ini, kami berupaya mengumpulkan kembali semua mantan-mantan pimpinan,baik di tingkat fakultas maupun universitas. Kami akui, sebelumnya jalinan silaturahmi itu seakan terputus.

Kami jadikan milad kali ini sebagai momentum untuk bertemu, bertatap muka,dan menjalin kembali tali silaturahmi tersebut.Tentu saja, kita mengharapkan masukan,saran,dan kritik,mau seperti apa UMP ini ke depannya. Pengalamanpengalaman dari merekalah yang kami butuhkan.

Bagaimana kondisi UMP saat ini?

Hingga medio 2011, kami telah memiliki 7 fakultas dan 38 program studi dengan jumlah alumni sebanyak 29.000 orang, tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Masing-masing dari mereka sudah menunjukkan sumbangsihnya bagi negara dengan berkecimpung di instansi pemerintah, politik, BUMN, serta TNI/Polri.

Banyaknya alumni kita yang tersebar akhirnya kita sadar,ternyata kita butuh sebuah terobosan baru untuk kampus yang kita cintai ini. Makanya,kita mencoba membuat sebuah buku yang bertemakan Kiprah Tiga Dekade. Artinya,ini merupakan sebuah kumpulan hasil penelusuran bahwa banyak sekali alumni kita yang berhasil membangun bangsa serta menduduki sejumlah sektor dan jabatan penting di pemerintahan.

Selain merintis buku,kita juga merencanakan pendirian program strata tiga (S-3).Alhamdulillah, sudah mulai kita lakukan.Untuk SDM dosen, kita sudah mencapai 30 orang lebih.Ini belum ditambah 9 orang lagi yang tengah menyelesaikan studi S-3 mereka. Selain itu,kita memiliki satu guru besar.

Dengan SDM yang ada inilah, kita berani mematok target, dalam 10 tahun ke depan,kualitas dosen- dosen UMP mampu bersaing di dunia pendidikan Indonesia yang semakin berkembang.

Bagaimana dengan pengembangan program studi?

Hanya satu impian kita, menuju kelas internasional. Tetapi, kita harus sadar diri. Untuk mewujudkan itu semua,tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.Kita lakukan secara bertahap dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Baru-baru ini kita telah mengarahkan sebuah kurikulum berbasis kewirausahaan.

Dengan kurikulum ini,mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif, ternyata cukup berhasil.Ini terbukti saat Fakultas Pertanian menyabet juara I dalam sebuah ajang kreativitas mahasiswa. Kita harapkan,semua fakultas yang ada juga menerapkan hal yang sama nantinya. Dengan begitu,konsep berpikir mencari lowongan kerja berubah menjadi menciptakan lapangan kerja.

Selain itu,kita juga mengusulkan sebuah program studi baru,yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Draf rancangannya sudah kita susun.Kita tengah mengumpulkan beberapa data penunjang. Kita berharap kita mampu menelurkan bibitbibit dosen atau guru di bidang itu.

Ada stigma, PTS merupakan tempat penampungan calon mahasiswa yang gagal di SNMPTN. Komentar Anda?

Itu sama sekali tidak benar. Khusus UMP sendiri, kita tetap melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa baru. Bahkan,waktu penyeleksian, kita lakukan jauh sebelum pelaksanaan SNMPTN berlangsung, yakni Maret. Karena banyak peminat,kita terpaksa membuat semacam perjanjian antara calon mahasiswa dengan kita.

Mereka murni, sebelum pengumuman kelulusan,mereka sudah ikut tes di UMP.Selain itu,seleksi yang kita lakukan tidak serentak. Satu hal, setiap tahun peminat dan mahasiswa tiap tahun terus meningkat. Peminatnya pun bukan hanya masyarakat lokal,melainkan juga dari luar daerah. Contohnya Fakultas Kedokteran, yang mendaftar ada dari Jambi,Lampung, Jakarta,dan Babel.

Mereka pun harus mengikuti seleksi. Ini membuktikan PTS bukanlah sebagai penampungan mahasiswa yang tidak lulus masuk PTN, melainkan penghasil orang-orang yang berkualitas. Sepanjang kita mampu meningkatkan kualitas, kita tidak takut bersaing dengan PTS lain, bahkan PTN sekalipun.

Sebagai rektor, ada pesan dan imbauan bagi mahasiswa, dosen, pegawai, alumni UMP, maupun masyarakat?

Di usia kita yang telah masuk tiga dekade,harapan kita tetap sama,yaitu meningkatnya kualitas pendidikan dan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anak-anaknya kuliah ke UMP terus terjaga. Kita jamin, selama mereka menimba ilmu di sini (UMP), mereka bisa menjadi anak yang baik.

Sebab,mereka dibimbing dosen-dosen yang berkualitas, punya kemampuan yang memadai dan berkompeten di bidangnya masing-masing. Sedangkan untuk alumni, kita berharap untuk tetap berada di jalan yang telah kita yakini sebelumnya.

Mari tetap berpegang tangan,jalin silaturahmi,dan kita jelang kampus kita ini menjadi sebuah kampus yang benarbenar bisa menciptakan masyarakat- masyarakat yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Demikian catatan online FAJAR.A yang berjudul Universitas Muhammadiyah Palembang.


0 komentar: