Rabu, 06 April 2011

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di beberapa wilayah di Sulsel masih terbengkalai. Kondisi tersebut dikeluhkan pelaku usaha karena dapat memicu membengkaknya biaya operasional, terutama transportasi. Masih terbengkalainya pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Sulsel dinilai menjadi salah satu pemicu naiknya harga-harga komoditas, terutama di pasar-pasar tradisional.

Hal ini dikhawatirkan dapat memicu laju inflasi yang tinggi dan dapat menekan angka pertumbuhan ekonomi daerah. “Percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan di Sulsel, diharapkan dapat mendukung percepatan pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Akses jalan yang baik menjadi kuncinya,” ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel Yudi Arsono di Makassar,kemarin. Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (Indonesian Ship Owners Association/INSA) Sulsel Nirwan Naim.Menurut dia, pemerintah seharusnya bisa mempercepat realisasi anggaran pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Percepatan realisasi anggaran dinilai akan memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja. “Saat ini biaya angkutan barang cenderung mengalami peningkatan karena kondisi jalan sangat buruk,terutama untuk akses beberapa kabupaten di Sulsel.Tetapi, alokasi anggaran infrastruktur baru mengucur pada pertengahan tahun, dengan alasan sistem administratif,” kata dia kemarin.

Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dapat ditunjukkan dengan percepatan realisasi belanja APBD dan APBN. Selama ini hampir seluruh sektor usaha, termasuk di Sulsel,masih sangat bergantung belanja pemerintah tersebut. Anggota DPRD Sulsel Mukhtar Tompo mengakui kondisi infrastruktur jalan terutama di wilayah selatan Sulsel, seperti Kabupaten Gowa, Jeneponto,hingga Bulukumba dan Sinjai, sangat memprihatinkan.

Menurutnya, seharusnya dalam pembangunan infrastruktur ada pemerataan pembangunan antarwilayah. “Jalan wilayah utara dari Maros hingga Parepare sudah cukup bagus, tetapi wilayah selatan malah tidak bagus. Harusnya ada upaya menyeimbangkan pembangunan jalan ini agar akses ekonomi masyarakat lebih lancar. Pengusaha juga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk angkutan,”paparnya. Demikian catatan online Fajar tentang Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.


0 komentar: