Minggu, 24 April 2011

Disiagakan di lokasi terjadinya tawuran

Personel dari Kepolisian Sektor Sumbang dan Kepolisian Resor Banyumas, hingga Senin dinihari masih disiagakan di lokasi terjadinya tawuran, yang menyebabkan seorang tewas.

Petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran susulan.

Seorang warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ilham Nur Imam (25) tewas akibat tawuran antarkampung.

Informasi yang dihimpun ANTARA, Minggu (24/4) malam, peristiwa tersebut bermula dari sebuah pertunjukan "ebeg" (kuda lumping, red.) yang digelar di lapangan Desa Banjarsari, Kecamatan Sumbang, Banyumas, sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, Ilham Nur Iman bersama rekan-rekannya dari Kelurahan Pabuaran, yakni Latif Triono (27), Arif Purwanto (25), dan Sutarwo (25)menyaksikan pertunjukan tersebut.

Di tempat tersebut terdapat juga sekelompok pemuda dari Dusun Gewok, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, yang menyaksikan pertunjukan "ebeg" ini.

Oleh karena dianggap berbuat onar, leher Sutarwo dipukul dengan bambu oleh seorang pemuda Dusun Gewok yang belum diketahui identitasnya.

Setelah pertunjukan selesai, Sutarwo berupaya mencari pemuda Dusun Gewok yang memukulnya.

Dia pun bersama rekan-rekannya yang masih dalam kondisi mabuk mendatangi Dusun Gewok.

Sesampainya di Dusun Gewok, mereka dihadang puluhan pemuda sehingga terjadi tawuran.

Akibat tawuran tersebut, Ilham Nur Iman meninggal dunia di lokasi kejadian karena menderita luka parah pada hidungnya.

Sementara Latif Triono yang mengalami bengkak pada kepala bagian atas dan luka pada iga kiri, serta Arif Purwanto yang mengalami patah tangan kanan, pelipis kiri sobek, dan hidung berdarah, menjalani perawatan di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.

Sedangkan Sutarwo hanya mengalami memar dan lecet di kaki.

Salah seorang warga Dusun Gewok, Teguh (26) mengaku tidak tahu pasti awal mula kejadian tersebut.

"Saat itu, saya dengar ada keributan yang mengakibat menelan satu korban jiwa. Namun kabarnya, keributan ini berawal dari pertunjukan `ebeg`," katanya. Demikian catatan online Fajar tentang Disiagakan di lokasi terjadinya tawuran.


Rabu, 06 April 2011

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di beberapa wilayah di Sulsel masih terbengkalai. Kondisi tersebut dikeluhkan pelaku usaha karena dapat memicu membengkaknya biaya operasional, terutama transportasi. Masih terbengkalainya pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Sulsel dinilai menjadi salah satu pemicu naiknya harga-harga komoditas, terutama di pasar-pasar tradisional.

Hal ini dikhawatirkan dapat memicu laju inflasi yang tinggi dan dapat menekan angka pertumbuhan ekonomi daerah. “Percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan di Sulsel, diharapkan dapat mendukung percepatan pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Akses jalan yang baik menjadi kuncinya,” ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel Yudi Arsono di Makassar,kemarin. Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (Indonesian Ship Owners Association/INSA) Sulsel Nirwan Naim.Menurut dia, pemerintah seharusnya bisa mempercepat realisasi anggaran pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Percepatan realisasi anggaran dinilai akan memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja. “Saat ini biaya angkutan barang cenderung mengalami peningkatan karena kondisi jalan sangat buruk,terutama untuk akses beberapa kabupaten di Sulsel.Tetapi, alokasi anggaran infrastruktur baru mengucur pada pertengahan tahun, dengan alasan sistem administratif,” kata dia kemarin.

Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dapat ditunjukkan dengan percepatan realisasi belanja APBD dan APBN. Selama ini hampir seluruh sektor usaha, termasuk di Sulsel,masih sangat bergantung belanja pemerintah tersebut. Anggota DPRD Sulsel Mukhtar Tompo mengakui kondisi infrastruktur jalan terutama di wilayah selatan Sulsel, seperti Kabupaten Gowa, Jeneponto,hingga Bulukumba dan Sinjai, sangat memprihatinkan.

Menurutnya, seharusnya dalam pembangunan infrastruktur ada pemerataan pembangunan antarwilayah. “Jalan wilayah utara dari Maros hingga Parepare sudah cukup bagus, tetapi wilayah selatan malah tidak bagus. Harusnya ada upaya menyeimbangkan pembangunan jalan ini agar akses ekonomi masyarakat lebih lancar. Pengusaha juga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk angkutan,”paparnya. Demikian catatan online Fajar tentang Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.


Senin, 04 April 2011

Hampir 700 nelayan dari Myanmar hilang akibat badai

Hampir 700 nelayan dari Myanmar hilang akibat badai selama tiga hari. Badai menghancurkan perahu nelayan di Laut Andaman.

Beberapa nelayan yang selamat mengatakan mereka bertahan selama beberapa hari diatas rakit bambu sebelum diselamatkan oleh kapal perusahaan minyak lepas pantai, kapal nelayan Thailand, atau kapal angkatan laut Myanmar.

Jurnal berita The Weekly Eleven melaporkan sebanyak 15.583 nelayan diselamatkan dari badai dengan kecepatan angin 70 mph pada 14-17 Maret. Badai menghancurkan rakit dan jaring nelayan dan menyapu nelayan ke lautan. Dikatakan 682 nelayan masih belum ditemukan.

Badai menerjang lebih awal sebelum musim hujan dan datang pada saat musim memancing udang. Badai datang saat ribuan nelayan berlayar menggunakan rakit bambu.

Pihak berwenang Myanmar cenderung tidak segera mengeluarkan laporan mengenai efek bencana alam dan menerima kritik karena lamban dalam memberikan pertolongan dan bantuan kemanusiaan pada bencana sebelumnya.

Pemerintah Myanmar belum mengumumkan jumlah resmi korban tewas. Namun, The Weekly Eleven mengatakan tiga orang tewas. Sementara jurnal berita mingguan lainnya, The Voice, melaporkan 14 nelayan tewas selama badai pada akhir pekan lalu. Jumlah korban sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Badai menerjang sebagian wilayah Delta Irrawaddy, yang sebelumnya juga diterjang Topan Nargis pada Mei 2008. Topan tersebut menyebabkan 130 ribu orang tewas.

“Setidaknya pada saat Topan Nargis kami memiliki cukup waktu, karena sebelum angin kencang terjadi gerimis ringan terlebih dulu. Tapi, kali ini, di tengah musim panas, badai terjadi secara tiba-tiba,” ujar salah seorang nelayan Kyaw Lwin pada The Voice seperti dikutip Associated Press, Senin (4/4/2011).

Lwin mengatakan diselamatkan oleh kapal nelayan Thailand setelah terapung di lautan selama tiga hari. Demikian catatan online Fajar tentang Hampir 700 nelayan dari Myanmar hilang akibat badai.


Than Shwe

Than Shwe, yang telah memimpin Myanmar dengan tangan besi militer selama hampir dua dekade, telah pensiun setelah menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan sipil.

Than Shwe sebelumnya dikenal sebagai Jenderal senior. Dia pekan lalu membubarkan pemerintahan junta Myanmar setelah pemilu pada November lalu dirusak oleh ketidakhadiran ikon demokrasi Aung San Suu Kyi dan adanya gugatan kecurangan dan intimidasi.

“Jenderal senior Than Shwe dan wakilnya Maung Aye telah pensiun. Mereka saat ini akan beristirahat,” ujar pejabat Myanmar yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip AFP, Senin (4/4/2011).

Namun, salah seorang pejabat lainnya mengatakan meskipun kedua Jenderal tersebut sudah pensiun, mereka tetap akan memberikan saran jika pemerintah memintanya.

Hirarki militer telah lama memegang kekuasaan di negara kaya sumber daya di Asia Tenggara tersebut. Meskipun telah pensiun, banyak pengamat yakin Than Shwe akan tetap memiliki peranan signifikan di balik layar pemerintahan. Demikian catatan online Fajar tentang Than Shwe.


Militer Filipina menyatakan 11 orang tewas

Militer Filipina menyatakan 11 orang tewas setelah terjadi bentrokan antara pendukung kelompok pemberontak muslim dengan politisi yang berkuasa setempat.

Bentrokan terjadi hanya karena hal sepele. Kedua pihak yang bertikai bersitegang hanya karena berebut wilayah pemancingan.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (4/4/2011), pihak yang terlibat dalam bentrokan adalah pendukung dari Gubernur Esmael Mangudadatu.

Juru bicara pihak militer Filipina Kolonel Prudencio Asto menyatakan, pejabat setempat termasuk di antaranya kerabat keluarga dari Mangudadatu diserang oleh pemberontak yang dikabarkan berjumlah 100 orang. Mereka diserang saat melakukan pemeriksaan di sebuah proyek dekat Danau Buluan.

Pemimpin pemberontak Mohagher Iqbal mengatakan, pihaknya dan warga desa memiliki hak atas lahan di sekitar Danau Buluan. Mereka juga menentang rencana proyek yang diajukan pemerintah. Demikian catatan online Fajar tentang Militer Filipina menyatakan 11 orang tewas.


Sabtu, 02 April 2011

Enam bulan lamanya

Enam bulan lamanya Rahmat berhasil memperdaya suaminya Muhammad Umar, keluarga, dan para tetangganya. Semua menganggap Rahmat adalah perempuan bernama Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha).

Namun sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya akan jatuh juga. Begitupula dengan penyamaran Rahmat. Serapi apa pun akhirnya terbongkar juga.

“Identitas dia terbongkar setelah salah seorang warga menemukan KTP milik pelaku,” ujar Ketua RT 001 RW 002, Kampung Bojong, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Muhammad di Bekasi, Sabtu (2/4/2011).

Temuan ini lantas ditindaklanjuti oleh warga setempat dengan mendesak agar Icha memeriksakan diri ke dokter. Warga berani mendesak dia karena selama ini mendengar keluhan dari Umar bahwa istrinya tidak mau diajak berhubungan intim. Akhirnya Icha pun mengakui bawa dirinya adalah lelaki bernama Rahmat asal Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pertemuan antara Umar dengan Icha bermula dari perkenalan di situs jejaring sosial Facebook. Hubungan mereka lantas berlanjut dengan pertemuan di dunia nyata. Keduanya pun lantas memutuskan menjalin hubungan lebih serius.

Umar akhirnya memutuskan menikahi Fransiska enam bulan lalu. Perayaan pernikahan pun dilangsungkan di rumah mempelai pria dengan dihadiri wali yang mengaku orangtua mempelai wanita. Demikian catatan online Fajar tentang Enam bulan lamanya.


Memperdaya Muhammad Umar selama enam bulan

Keberhasilan Rahmat alias Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha) memperdaya Muhammad Umar selama enam bulan tak terjadi begitu saja. Kuat dugaan Rahmat memiliki ilmu hipnotis.

Ketua RT 001 RW 002, Kampung Bojong, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Muhammad Aku, menuturkan dirinya mendapat kabar bahwa pelaku mempunyai ilmu hipnotis.

Disebutkan, jika akan melakukan hubungan seks, pelaku selalu mengusap wajah korban, sehingga korban urung menyalurkan hasrat biologisnya. “Bahkan setelah wajahnya diusap pelaku, korban tidak berkutik dan tidak memegang-megang tubuh pelaku,” ungkapnya di Bekasi, Sabtu (2/4/2011).

Di Kampung Bojong inilah pasangan Muhammad Umar dan Fransiska Anastasya Oktaviany (Icha) alias Rahmat selama ini tinggal.

Kisah pernikahan sesama pria ini bermula dari perkenalan Umar dengan seseorang yang mengaku bernama Fransiska di situs jejaring sosial Facebook. Hubungan mereka lantas berlanjut dengan pertemuan di dunia nyata. Keduanya pun lantas memutuskan menjalin hubungan lebih serius.

Umar akhirnya memutuskan menikahi Fransiska enam bulan lalu. Perayaan pernikahan pun dilangsungkan di rumah mempelai pria dengan dihadiri wali yang mengaku orangtua mempelai wanita.

Namun bahtera rumah tangga mereka harus kandas karena belakangan diketahui Fransiska berjenis kelamin laki-laki. Umar curiga, karena meski sudah enam bulan menikah namun sang istri belum juga memberikan kewajibannya melakukan hubungan biologis.

Jika Umar menginginkan, hubungan layaknya suami istri, Fransiska selalu mencari alasan untuk menolah ajakan Umar. Umar dan keluarga bahkan tetangga akhirnya mencurigai gelagat tidak baik pelaku, dengan dihadiri Ketua RT setempat, keluarga meminta Fransiska untuk memeriksa kelamin di klinik terdekat.

Namun lagi-lagi Fransiska berbohong dengan membuat surat keterangan palsu. Ketua RT yang sudah mengetahui penyataan bohong Fransiska akhirnya memaksanya untuk mengaku dan akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya berjenis kelamin laki-laki. Demikian catatan online Fajar tentang Memperdaya Muhammad Umar selama enam bulan.