Jumat, 18 Maret 2011

Romy Chandra dan I Made Sudiadnyana

Dua pemain bola basket veteran Indonesia, Romy Chandra dan I Made Sudiadnyana, mengaku siap bersaing pada Pelatnas bola basket SEA Games XXVI. Kedua siap membayar kesempatan yang diberikan pelatih Rastafari Horongbala.

Permainan Romy 'Gepeng' Chandra dan I Made 'Lolik' Sudiadnyana bersama Pelita Jaya Esia dan Garuda di ajang National Basketball League (NBL) musim lalu membuat pelatih kepala Rastafari Horongbala memanggil keduanya masuk Pelatnas.

Gepeng mengaku tidak menyangka kembali dipanggil masuk timnas bola basket setelah tidak membela Indonesia pada SEA Games 2007. Power forward 37 tahun tersebut siap membayar kepercayaan yang diberikan Rastafari.

"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan coach Fari (sapaan Rastafari). Saya siap bersaing. Saya tidak akan menyesal jika gagal di Pelatnas. Mudah-mudahan saya bisa sharing pengalaman kepada pemain muda," ujar Gepeng dalam jumpa pers Pelatnas bola basket di Kuningan, Jakarta, Jumat 18 Maret 2011.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan Lolik. Power forward 40 tahun itu siap memberikan yang terbaik saat menjalani Pelatnas. "Tapi saya belum mau berpikir apakah saya akan lolos seleksi atau tidak," kilah Lolik.

Sementara itu Rastafari menegaskan meski keduanya sudah tidak muda lagi, namun Gepeng dan Lolik masih memiliki kemampuan untuk bersaing di timnas Indonesia. Terbukti Lolik terpilih menjadi MVP NBL 2010/2011 dan Gepeng membawa Pelita Jaya menduduki posisi tiga NBL.

"Kalau lihat dari umurnya memang sudah tua. Tapi, menurut saya mereka masih punya skill yang ‎?oke untuk bermain di timnas. Tentunya mereka harus tetap bersaing dengan pemain muda," pungkas Rastafari.

Gepeng dan Lolik masuk dalam daftar 24 pemain yang akan melakukan Pelatnas jangka panjang jelang SEA Games XXVI. Pelatnas rencananya akan dilakukan tidak hanya di Jakarta, tapi juga Australia, Singapura dan Jepang. Nanti hanya akan ada 15 pemain yang bertahan di akhir Pelatnas. Demikian catatan online Fajar tentang Romy Chandra dan I Made Sudiadnyana.


0 komentar: