Minggu, 20 Februari 2011

Tawaran itu disampaikan penasihat hukum PT Asindo

PT Asindo siap melunasi utang kepada PT Roda Mas Baja Inti sebesar Rp32 miliar atau Rp38 miliar. Tawaran itu disampaikan penasihat hukum PT Asindo, Tajuddin Rahman dan Djamaluddin Rustam, menyusul penetapan tersangka dugaan kasus penggelapan uang Rp32 miliar yang menyeret bos Asindo John Lucman dan mediator Asindo Frans Tunggono.“Kalau angkanya cuma Rp32 miliar atau Rp38 miliar, Asindo siap melunasi sekarang juga,”ungkap Tajuddin Rahman di Makassar, kemarin.

Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan kasus yang melibatkan bos Asindo tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Kamis (17/2).Kasus ini dilaporkan Direktur PT Roda Mas Baja Inti David Gautama melalui kuasa hukumnya, Jemmy Gautama, ke Mabes Polri,5 Agustus 2008. Kasus ini ditangani Direktorat II Unit III Ekonomi Khusus Mabes Polri. Jemmy melaporkan tersangka yang tak kunjung melunasi utang Rp38 miliar itu. Angka itu bersumber dari pinjaman pokok sebesar Rp27 miliar dengan bunga 1,5% setiap bulan.

Dari Mabes Polri, kasus ini diserahkan ke Kejagung,kemudian dilimpahkan ke Kejari Makassar. Menurut Tajuddin, sebelumnya Asindo menolak membayar karena PT Roda Mas Baja Inti meminta pembayaran Rp60 miliar. Padahal, utang pokok Asindo hanya Rp27 miliar pada 2005.“Kan tidak logis jika bunganya jauh di atas pinjaman pokoknya.Makanya klien saya menolak,”kata dia. Asindo berulang kali bermaksud membayar utang.Pembayaran dilakukan Asindo lewat cek BCA serta lahan dan bangunan. Namun, PT Roda Mas Baja Inti menolak menerima pembayaran itu. “Cek itu kosong dan lahan itu bermasalah. Padahal,mereka tidak mencairkan cek itu.Mereka hanya menelepon,” ungkap dia.

Dia membantah lahan yang diberikan itu disengketakan. Buktinya, lahan dan bangunan yang ditawarkan, yakni Ramayana dan PMCC, telah laku. “Seandainya bermasalah, tidak mungkin ada yang mau membeli. Ternyata mereka mau uang tunai,” papar dia. Pihak PT Roda Mas Baja Inti terkesan sengaja ingin melakukan pembusukan citra terhadap PT Asindo.“Ini kan persaingan bisnis, jadi wajarlah.Pastinya kalau mau adil ini harusnya diselesaikan secara perdata,”ungkap dia. Sementara itu, pihak PT Roda Mas Baja Inti, yang dikonfirmasi SINDO, menolak berspekulasi mengenai tawaran Asindo untuk melunasi utangnya. Pihaknya menyerahkan kasus tersebut tetap diselesaikan secara hukum.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Makassar Andi Muldani Fajrin mengatakan, pihaknya masih merampungkan berkas tuntutan atas dugaan penggelapan dan penipuan sebesar Rp32 miliar sebelum dilimpahkan ke PN Makassar. Bos Asindo itu dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.“Ancaman maksimal empat tahun penjara,” kata dia. Demikian catatan online SEO grandong tentang Tawaran itu disampaikan penasihat hukum PT Asindo.