Rabu, 17 November 2010

Para politisi di DPR

Para politisi di DPR menuding ada indikasi skenario besar munculnya Gayus Tambunan di Bali. Alasan Gayus yang mengaku menonton tenis untuk menghilangkan stres pun dipertanyakan.

Salah satunya dari Ahmad Yani, anggota Komisi III DPR RI dari PPP. Dalam Jakarta Lawyers Club yang disiarkan TVOne, Selasa (16/11/2010) malam, ia menyinggung kehadiran Aburizal Bakrie yang juga menonton pertandingan tenis yang sama di Bali.

"Bang Ical, semua publik tahu Bang ical suka main tenis. Semua juga tahu Gayus tidak suka main tenis. Jadi, ada apa ini?" ujarnya. Menurutnya, Gayus seperti Mbah Maridjan yang punya kunci ada apa dan siapa yang memainkan kasus tersebut.

Menurut Gayus Lumbuun, anggota DPR RI dari PDI-P, adanya skenario besar juga dilihat dari laporan polisi bahwa Gayus terbang ke Bali dengan pesawat komersial dari bandara yang tidak untuk umum. Ia mempertanyakan bagaiaman Gayus yang tidak suka tenis bisa tahu akan ada pertandingan besar dan ingin menontonnya.

Nama Aburizal Bakrie atau Bang Ical dan Gayus di Bali dalam waktu yang tidak terpaut lama memang banyak dikait-kaitkan sejumlah media. Namun, Ical membantah melakukan pertemuan dengan Gayus selama di Bali.

Ical mengatakan, ia datang ke Bali Sabtu dini hari bersama keluarganya, istri dan cucunya. Sehari sebelumnya, kata Ical, ia masih di Palembang. Ia sendiri mengakui hobi tenis sehingga tidak melewatkan menonton pertandingan tingkat dunia di Bali. Dikaitkannya dengan hadirnya Gayus menurutnya hanya intrik politik.

"Terhadap dikait-kaitkannya saya dengan ini, saya jawab intrik politik tidak produktif. Kita hentikan. Kita ganti dengan perdebatan konseptual agar negara ini maju," kata Ical menjawab kecurigaan sejumlah pihak. Demikian catatan online SEO grandong tentang Para politisi di DPR.


Minggu, 14 November 2010

Banyak korban bencana alam

Banyak korban bencana alam di beberapa daerah di Indonesia justru memahami musibah yang mereka alami bukanlah azab. Bagi mereka, inilah cara Tuhan untuk mencintai hamba-Nya.

"Apa yang di depan kita bukankah negatif mutlak, masalah, atau musibah yang membuat kita yang selamat dari bencana tidak bisa berbuat. Haruslah ini jadi peduli dan membantu sesama sehingga akan menjadi berkah bagi bangsa ini," ujar mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam taushiyahnya saat acara Doa dan Dzikir untuk Bangsa, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/11/2010).

Hidayat mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, bila Allah SWT mencintai hamba-Nya, maka Allah SWT akan terus mengujinya. "Tentunya, kita yang di sini harus bersyukur karena telah merasakan kehadiran rahmat Allah," ujar dia.

Hidayat juga menganjurkan kepada umat Islam di seluruh Indonesia untuk tidak berburuk sangka ketika Allah SWT menghadirkan musibah kepada hamba-Nya yang ihsan. Justru, kata Hidayat, kita harus menunjukkan ihsan lainnya.

"Cara ihsan lainnya itu adalah dengan peduli terhadap sesama yang ada di daerah terkena musibah. Kita harus meyakini ada hikmah yang luar biasa di balik setiap ujian," tutur Hidayat. Demikian catatan online SEO grandong tentang Banyak korban bencana alam.


Selasa, 09 November 2010

Tak Hanya Nasi Goreng dan Bakso

Tak Hanya Nasi Goreng dan Bakso, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga dihidangkan buah kegemarannya semasa kecil, rambutan, pada jamuan makan malam kenegaraan di Istana Negara, Selasa (9/11/2010) malam. "Saya tetap memastikan bakso, nasi goreng, dan rambutan dihidangkan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai jamuan makan malam kenegaraan.

Sedikit bergurau, Presiden mengaku mendapat informasi soal tiga makanan kegemarannya dari intelijennya. Mendengar hal tersebut, Obama, yang duduk di sebelah SBY, hanya bisa tersenyum.

Selain ketiga hidangan tersebut, menu lain yang turut dihidangkan adalah bakpao sebagai makanan pembuka, ayam goreng kremes, emping, dan lainnya. Nasi goreng yang dihidangkan adalah Nasi Goreng Sunda Kelapa dan Bakso Ino.

Persiapan ini, kata SBY, disiapkan dalam semangat persahabatan. "Ini adalah bentuk apresiasi atas hubungan baik pemerintah dan masyarakat Indonesia dengan Amerika Serikat," kata SBY. Demikian catatan online SEO grandong tentang Tak Hanya Nasi Goreng dan Bakso.


Jumat, 05 November 2010

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Babul Khoir Harahap menyatakan, berkas perkara Sisminbakum akan selesai dalam seminggu ini, dan segera ditingkat penuntutan.

Oleh karena itu, diperkirakan pekan depan berkas tersebut sudah akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. "Pak Farid (Direktur Penuntutan Jampidsus) akan bentuk tim sebagai JPU-nya untuk buat surat dakwaan setelah itu mereka ekspos baru kami kirim ke Kejari Jaksel, baru nanti Kejari Jaksel-lah yang melimpahkan ke pengadilan. Kata Pak Jasman (Direktur Penyidikan) minta waktu satu minggu untuk ke Kejari Jaksel berkasnya itu," ujar Babul, Jumat (5/11/2010).

Babul melanjutkan, berkas perkara Sisminbakum dengan tersangka Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesoedibjo yang sudah masuk ke tahap penuntutan menandakan semua pemeriksaan saksi, tersangka, dan alat bukti sudah lengkap. "Nah ini dari penyidikan sudah ke penuntutan. Baru nanti ke Kejari Jaksel akan mengirimkannya ke Pengadilan Negeri Jaksel," ucap Babul.

Terkait dengan kemungkinan aksi penolakan dari Yusril terkait pelimpahan berkas ini, Babul berharap hal tersebut tidak terjadi. "Mudah-mudahan saja tidak, kan dia taat hukum, sadar hukum. Udah gitu kan dia pakar," tandas Babul.

Sisminbakum merupakan sistem online pendaftaran badan hukum di Departemen Kehakiman dan HAM. Dengan sistem ini, pendirian perusahaan diharapkan dapat lebih cepat dan praktis. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, uang access fee pendaftaran tersebut 90 persen diberikan kepada PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) dan 10 persen diberikan kepada Koperasi Pengayoman Pegawai Departemen Kehakiman (KPPDK). Demikian informasi dari SEO grandong tentang Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.